Tampilkan postingan dengan label Life Stories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life Stories. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 September 2022

Bangkit dari Keterpurukan

Judul post ini bener-bener kek kalimat motivasi yak.. Hahaa... Whatsoever, gue mau ngeshare pengalaman gue bangkit dari yang namanya keterpurukan.
Pernah ngga ngerasain kok hidup gue begini begini aja ya?
Ko hidup gue begini amat ya?
Ko gue hidupnya kurang bahagia ya?
Ko ujian hidup gue ga berenti-berenti ya?
Kenapa harus gue yang melalui ini semua?
Ko gini? Ko gitu? Kenapa begini? Kenapa begitu?
.....
Honestly, I ever have all of those feelings. All.. of.. those.. feeling. Gue ngerasa hidup gue kurang berarti. Gue ngerasa hidup gue cuma numpang hidup, numpang makan, numpang tidur, dan numpang-numpang lainnya. Numpangnya bukan dalam arti yang sesungguhnya ya.. Soalnya ngga enak kalo numpang-numpang mulu di hidup orang. Termasuk numpang lewat di hati seseorang. Hhaha. -Mulai geje-

Gue mengalami keterpurukan sebanyak dua kali. Masa terpuruk yang pertama adalah ketika kuliah di tahun kedua atau ketiga saat Bapak gue mengalami kecelakaan yang menyebabkan cedera parah pada tangannya. Masa terpuruk kedua adalah ketika gue mengalami quarter life crisis di akhir tahun 2016 setelah gue balik dari amrik dan resign dari kerja dari salah satu pabrik di daerah Cikande Serang. Pada masa terpuruk pertama, gue kehilangan berat badan sampai 7 kilogram dan hingga saat ini berat badan gue belum bisa balik ke masa sebelum terpuruk itu. Awalnya berat gue mencapai 47 kg, tapi setelah tragedi kecelakaan Bapak itu, BB gue turun jadi 40 kg. Selain perubahan fisik, gue juga mengalami perubahan emosional yang cenderung jadi lebih diam. Di akhir tahun 2016 ketika mengalami quarter life crisis, gue ngga mengalami perubahan fisik, tapi mental dan emosional gue sangat labil. Gue jadi gampang marah, sering teriak ngga jelas, nangis, pergi tiba-tiba naik motor tanpa tau tujuan, mikirin masa depan yang ngga tau akan bagaimana karena waktu itu gue jobless selama hampir 4 bulan. Bapak gue udah khawatir anaknya mengalami depresi dan ngga berani nanya-nanya hal sensitif. Saat itu, gue sampe kehabisan tabungan dari hasil magang selama satu tahun di amrik.

Apa yang gue lakukan ketika mengalami fase keterpurukan itu? Gue ngga bikin target yang muluk ketika menghadapi fase yang berat di hidup gue. Saat itu, target dan tujuan hidup gue cuma satu. Setiap paginya, gue berusaha untuk hidup dengan baik di hari itu, bisa melewati hidup sehari aja merupakan sebuah prestasi. Gue hanya perlu satu alasan untuk hidup di satu hari itu. I knew It's hard. Ketika kita mengalami fase hidup itu, pastikan kita punya minimal satu saja telinga yang bisa mendengarkan isi hati kita tanpa ngasih judgement. Satu orang saja, entah itu orang tua kita, pasangan, atau sahabat terdekat kita. Kita berikan tubuh kita nutrisi at least untuk bisa bertahan hidup walaupun lidah kita rasanya seperti kelu dan mati rasa. Apapun yang dialami, ditelan saja tanpa terlalu banyak dipikirkan karena itu hanya akan menambah beban pikiran. Setelah keadaan membaik, baru gue menetapkan target-target yang perlu gue capai dalam hidup gue. Waktu itu targetan hidup gue berjenjang. Ketika jobless , gue ngga menargetkan diri gue buat kerja di perusahaan yang bagus dan bonafid dengan gaji yang wah. Saat itu, target gue hanya satu, gue bisa menghidupi diri gue dan keluarga gue yang memang sudah bergantung sama penghasilan gue sejak kuliah dulu. Setelah tujuan pertama tercapai, gue naikan target gue untuk dapat kerjaan yang gue sukai. Waktu itu gue belum terlalu tau apa sih pekerjaan yang gue senangi? Apa sih pekerjaan yang bisa ngasih fulfillment buat diri gue? Dengan ketidaktahuan itu, gue mengeksplorasi beberapa jenis pekerjaan sampe akhirnya gue merasa nyaman untuk menjalani role sebagai seorang purchaser menjadi pekerjaan gue.

Setelah 5 tahun gue menjalani karir di bidang purchasing, gue mulai ngerasa bosen dan perlu challenge baru untuk kehidupan karir gue. Gue mulai mempersiapkan diri gue untuk switch career dan menjalani karir yang bisa ditempuh dalam jangka waktu yang panjang. Gue akhirnya mengikuti program pengembangan diri Career Class bersama dengan suami gue di tahun 2021. Gue mulai mengaktifkan LinkedIn gue dan juga serius mengikuti tes CPNS hingga akhirnya gue dinyatakan lolos sebagai CPNS di formasi Pengawas Mutu Hasil Pertanian, formasi yang ternyata gue senengin banget karena berkaitan dengan pertanian, agriculture value chain, dan juga dengan proses auditing. Pekerjaan ini juga bersifat mobile dan tidak hanya stay di kantor. Gue memutuskan untuk memperdalam ilmu, knowledge, dan skill gue di bidang ini. Semoga ini memang jalan karir yang bisa terus mengembangkan diri dan menebar banyak manfaat untuk bangsa dan negara ini. Tetap bertahan, tetap berjuang, tetap berbuat kebaikan apapun yang kita hadapi di dalam hidup kita.

regards,
Nur....



Selasa, 12 April 2022

Kapan Harus Resign Setelah Lolos Tes CPNS Tahap Akhir?

Bagi para pekerja swasta seperti gue yang mendapat kabar bahwa kalian lulus sampe tahap akhir tes CPNS tentu merasakan kegalauan kapan perlu resign dari kantor tempat kalian kerja sekarang. Berikut gue gambarkan timeline dan kondisi gue yang mengalami penyesalan karena resign lebih cepat dari yang seharusnya. I hope you guys will not do the same mistake like me yang udah kadung resign duluan tapi masih belum mulai kerja juga (bahkan pembagian SK sampai detik ini pun -12 April 2022- belum terlaksana di instansi tempat gue melamar CPNS formasi tahun ini.

Akhir tahun 2021 waktu itu gue sedang menemani anak gue yang masih bayi dirawat di RS karena mengalami gejala muntaber dan dehidrasi agak parah, gue membuka pengumuman dari web BKPSDM di hari terakhir timeline pengumuman hasil akhir tes CPNS. Sebenarnya gue sudah tahu kalo gue bakal lolos di tahun ini karena sebelum tes SKB berlangsung, gue mencari tahu tentang dua saingan gue dan mengamati skor mereka terus mengkalkulasi hasil akhir skor mereka dan skor gue yang waktu itu memang unggul. However, sebelum ada pengumuman official, gue tetap merasa was-was khawatir ada sesuatu yang salah dan gue bukan orang yang lolos. Alhamdulillah ternyata kekhawatirannya tidak terjadi, gue langsung senang dan menghubungi orang tua gue buat menginfokan kalau gue officially lulus CPNS tahun ini. Beberapa hari setelahnya, Nila & Anggi menjenguk gue sama anak gue di RS, lalu gue infokan kabar bahagia ini. Mereka belum tahu kalau gue tahun ini ikutan tes CPNS sampe tahap akhir. Karena belum ada informasi lanjutan, gue minta mereka keep silent dulu dari orang kantor biar infonya ngga cepet. Gue males basa basi jawabin pertanyaan orang soalnya. 😆

Tahapan selanjutnya setelah pengumuman hasil rekonsiliasi SKD dan SKB adalah pengumuman pasca sanggah dan informasi mengenai pemberkasan. Waktu itu timeline pengumumannya tanggal 4-6 Januari 2022, instansi Kota Serang baru mengumumkan di detik-detik terakhir juga. Hal yang lebih mengejutkan lagi adalah, walaupun batas waktu pengisian DRH dari pihak BKN ada di rentang tanggal 7-21 Januari 2022 (berdasarkan jadwal terupdate timeline BKN), kami para bakal CPNS Kota Serang ini harus mengumpulkan berkas fisik secara offline di BKPSDM Pemerintah Kota Serang di tanggal 14 Januari 2022. Karena jadwalnya terlalu mepet dan berkas yang harus disubmitnya banyak, akhirnya kami minta agar diadakan pembekalan terlebih dahulu secara online. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi berkas-berkas yang tidak sesuai yang harus dikerjakan dan dikumpulkan hanya dalam waktu satu minggu. Ketika pembekalan online, tim BKPSDM menginfokan bahwa pengumpulan dilakukan lebih cepat agar proses NIP bisa diajukan lebih cepat (seharusnya). Tim BKPSDM juga menginformasikan dengan nada yang agak tinggi kepada bakal CPNS yang masih kerja agar mengundurkan diri dari tempat kerjanya sesegera mungkin. Akhirnya setelah pembekalan itu banyak yang mengajukan pengunduran diri di akhir bulan Januari dan Februari (termasuk saya -yang akhirnya menyesal-).
Detail berkas apa saja yang perlu dikumpulkan ada di postingan selanjutnya ya..

Timeline selanjutnya untuk proses seleksi CPNS ada Usul penetapan NIP yang seharusnya dilaksanakan selama sebulan sejak tanggal 22 Januari 2022 - 22 Februari 2022, but hey.. sampai hari ini proses penetapan NIP di BKN secara nasional belum selesai, bahkan NIP CPNS Pemerintah Kota Serang baru diumumkan telah selesai prosesnya di tanggal 8 April 2022. Stok sabar calon abdi negara emang harus terus-terusan direfill agar tidak habis.

Drama penetapan NIP ini cukup jadi polemik bagi para calon abdi negara di instansi yang gue lamar karena mostly sudah pada resign dari kantor lamanya sejak awal tahun. Sebagian besar dari kami hanya hidup dari sisa-sisa tabungan selama beberapa bulan. Hal yang menjengkelkan adalah karena kami kehilangan sumber income utama sedangkan kebutuhan setelah resign jadi bertambah (membayar BPJS kesehatan yang sebelumnya dicover oleh kantor) ditambah dengan THR yang akhirnya tidak kami dapatkan dari kantor lama ataupun dari gaji kami sebagai CPNS karena kami belum mendapatkan SPMT. Mari kita ambil contoh kasus gue pribadi. Gue resign dari bulan Februari akhir, artinya gue sudah tidak kerja lagi sejak Maret sampai April. Gaji sebulannya ada di angka 6 jutaan, berarti total gaji Maret sampai April + THR yang ngga gue dapatkan karena gue ngejar resign setelah diburu-buru sama pihak BKPSDM adalah 18jutaan rupiah. Wow, duit segini harusnya bisa gue pakai buat renovasi bagian belakang rumah gue nih. Huhu. Sedih banget. Gue sampai depresi juga kayanya karena selama beberapa minggu terakhir ini gue jadi lebih sensitif dan gampang marah dan bawaannya pengen tidur + ga semangat ngapa-ngapain (maafin mamamu ini ya Nak yang sering ngomel akhir-akhir ini).

Sebelumnya gue emang ada plan buat resign di akhir April 2022 (sebelum ada pembekalan online itu) demi mengejar THR yang lumayan. Tapi karena ketika pembekalan pihak BKPSDM-nya agak ngegas ngeburu-buru kita cepet resign dan di awal februari itu ditetapkan aturan baru bahwa pencairan JHT baru bisa dilakukan setelah umur 56 tahun, akhirnya setelah berunding dengan suami dan keluarga diputuskan agar resign di akhir Februari dan mengajukan ke pihak perusahaan di awal Februari agar fokus persiapan CPNS-nya. Ternyata, keputusan itu justru gue sesali bahkan gue belum bisa memaafkan diri gue karena kekeliruan gue dalam pengambilan keputusan waktu itu. Nasi telah menjadi bubur, ngga ada yang bisa gue lakuin untuk bisa memutar waktu buat mengubah keputusan gue waktu itu. Jadi mau ga mau ya I need to live my life with my current condition yang masih ngambang menunggu tanggal penyerahan SK CPNS.

What is the conclusion of this post? Don't ever submit your resignation letter to your company unless you get final notification about "Tanggal penyerahan SK dari pihak BKPSDM". Wajib dapat tanggal dulu pokoknya sebelum resign, daripada kalian nunggu sampe depresi kaya gue kan. Gimana ngakalinnya kalau dari pihak kantor harus ngajuin one month notice? Talk to your manager and HR officer, nego sebisa mungkin buat ngasih fleksibel date buat resign setelah kalian ngasih notifikasi kalau kalian akan resign setelah dapat tanggal penyerahan SK.

Kamis, 31 Oktober 2019

Dear My Future Husband

Tolong banyak bersabar ya untuk istrimu ini. Istrimu ini orangnya tidak sabaran, apa-apa pengennya cepet, kepalanya batu banget (lebih keras dari batu kali malah), belum bisa masak banyak jenis makanan, bodo amatan, kalo lagi kumat manjanya melebihi kemanjaan anak bontot, pendiriannya terlalu keras, dan kalo udah maunya A ya harus A, ga bisa B atau C unless you can make her to think that another option is more impactful than her choice.

However, If you already got her heart, you will be the most special man in the world. She will do everything she can do to make you feel comfortable and she will make sure that you will get what you deserve from her. Huge attention, feeling loved, and being protected. She will make sure that nobody will hurt you. She looks like that she is so weak, but actually she has a greater power inside her body and soul. Just don't try to mess her up, because she can do something worse than what others did to her or her lovely one.

Thank you for being together with me.. Thanks for the love that you always give for me...

Your lovely one,
Nur yang bikin hidup kamu Makin banyak warna

Rabu, 07 Maret 2018

Jatuh Cinta sama Software Engineer

Waktu kecil dulu, entah itu waktu SD atau SMP gue lupa, gue pernah nonton film So Close. Filmnya keren banget menurut gue. Sampe sekarang pun gue kadang nonton cuplikan film itu sesekali. Jadi film itu menceritakan tentang seorang cewek kakak beradik yang jago di bidang IT gitu. Kakaknya ini jadi pembunuh bayaran kelas kakap. Tapi project yang dia terima Cuma buat ngebunuhin kepala mafia kelas kakap gitu kan. Kakaknya yang terjun langsung buat ngebunuh orang yang berkaitan sedangkan adiknya yang mantau semua pergerakan di semua tempat yang akan dan dilalui kakaknya melalui system yang terkoneksi dengan semua cctv di seluruh dunia. Sistem ini ditemukan oleh bapak mereka. Sistem ini yang diperebutkan sama mafia-mafia di seluruh dunia sampe akhirnya orang tuanya terbunuh. Untungnya system ini tidak dapat dicuri oleh mafia-mafia yang berebutan tersebut. Di tengah film, kakaknya mati pas mau nyelamatin adeknya. Dia harus bantu adeknya meloloskan diri dari kejaran polisi dengan mencari rute-rute terbaik buat kabur sedangkan saat itu dia dikeroyok banyak orang dan akhirnya terbunuh. Dulu pas pertama kali gue nonton film ini, gue beneran nangis. Nangis sesenggukan. Banyak banget pelajaran berharga yang gue dapat dari film ini. Gue belajar buat jadi cewek yang tangguh, gue belajar jadi  kakak yang harus selalu memproteksi adeeknya di segala kondisi (gue inget banget adegan pas kakaknya ngasih tau kalo dia ngga ingin tangan adeknya terkotori dengan ngebunuh langsung, dan dia ga pernah ngebiarin adeknya terjun ke lapangan biar tangan adeknya tetap bersih, cukup tangan dia aja yang kotor.. so sweet banget kan???), gue belajar buat jadi orang yang punya prinsip, gue belajar tidak selamanya musuh akan tetap jadi musuh (bisa jadi saat ini musuh tapi di kemudian hari jadi teman atau sebaliknya).
Singkat cerita, gegara nonton film ini gue jadi pengen banget jadi software engineer. Tapi sayangnya, keterbatasan keluarga gue belum bisa membuat gue mewujudkan keinginan gue ini sampe akhirnya gue give up. Sampe detik ini masih kerekam jelas di otak gue, dulu waktu SMA hampir tiap semester gue ngerengek ke babeh minta dibeliin laptop. Laptop ini masih jadi barang yang super mewah waktu itu. Dan sayangnya babeh belum bisa mewujudkan itu walau di setiap semester gue ngerengekin hal yang sama (Ya Allah, dosa banget yak gue. Gak kebayang gimana perasaan babeh gue yang ngga bisa memenuhi keinginan anaknya ini). Gue baru punya laptop di tahun kedua kuliah gue. Itupun hasil kerja keras kuliah sambil ngajar yang lebih banyakan ngajar privatnya daripada kuliahnya. Haha. Padahal dulu gue ngebet banget pengen kuliah, pas kuliah malah ga serius banget dah kuliahnya. Tapi gimanapun, waktu itu gue berazam segimanapun kondisi diri gue ketika kuliah, gue harus punya IPK minimal 3, karena IPK 3 itu jadi tiket gue buat mewujudkan impian-impian gue lainnya, salah satunya buat S2 di luar.
Kekerenan seorang software engineer di mata gue sudah bercokol dari SMP-SMA itu. Gue inget banget gue pernah nyeletuk, “Ya Allah, gue tau gue ngga berbakat buat jadi software engineer, gue pengen punya jodoh seorang software engineer, ya Ya Allah. Boleh kan?”. Haha. Redaksi kalimatnya sih ngga kaya gini, tapi isinya kurang lebih sama lah. Kenapa gue saat itu (dan mungkin sampe sekarang juga masih) kepikiran kaya gitu? Karena gue udah sadar bener gue ga bakal bisa jadi software engineer. Ga boleh sih sebenernya ngomong begini, but It’s the fact. Gue orangnya ngga telaten, ga sabar, lebih ke proaktif, apa-apa maunya cepet, kalo stuck bakal uring-uringan. Kebayang kan kalo gue jadi software engineer, tiap hari gue uring-uringan mulu yang ada. Nah, gue emang orangnya kaya gitu kan, tapi gue sabar loh ngadepin orang yang punya karakter yang cocok jadi software engineer gitu. Bagi gue, software engineer itu cool, pinter, jago, telaten, sabar, dan setia. Jangankan buat melirik cewek lain, cewek (atau kekasih halalnya) sendiripun bakal sering dicuekin. Hhaha. Cem manalah ini. Iya pokonya gitu deh ya. Di mata gue, walopun gue orangnya ngga mau dianggap lebih oneng dari yang lain, tapi kaya secara ngga sadar di alam bawah sadar gue, gue bakal dengan sendirinya ngerasa si software engineer itu lebih jago dan lebih pinter dari gue.
Hal lainnya yang bikin gue jatuh cinta sama seorang software engineer adalah pertimbangan masa depan gue. Gue impiannya banyak. Banyak banget malah. Saking banyaknya gue sampe bingung mana dulu yang harus gue kejar. Dan kebanyakan impian gue itu adalah sesuatu yang mengharuskan gue buat tinggal nomaden. Gue tipe pembelajar yang haus akan pengalaman. Gue bakal lakuin apapun buat ngejar pengalaman itu. Dan gue pengen keliling dunia. Ya, salah satu impian terbesar gue adalah keliling dunia. Ngerasain stay di beberapa tempat yang berbeda. Otomatis untuk menyelaraskan impian gue dengan jodoh gue, dia harus orang yang fleksibel juga dan ngga terpaku di satu tempat. And the most suitable person for me buat meraih impian gue itu adalah sang software engineer itu. Gue pengen balik lagi ke US, gue pengen ngerasain tinggal di Jerman, gue pengen tinggal di Ausi, New Zealand, Singapore, Japan, negara Europe lainnya. Dan ketika semuanya udah pernah gue rasain nanti, I’ll coming back home. Ya. Home. This beautiful and ‘crowded’ country. Punya kebun buah puluhan hektar, ngelola kebun buah itu, punya puluhan anak asuh, punya komunitas yang bisa membaikan kondisi pendidikan, social, dan ekonomi di daerah gue. Ya. Gitu doing. As simple as that. But I know untuk mewujudkan itu semua gue butuh energy dan usaha ekstra untuk memperjuangkannya. Man Jadda wajada weh lah pokonamah!

Rabu, 25 Oktober 2017

Sesak di Dada

I don't know why, hari ini gue ngerasa hidup gue sesak banget...
Like, everything being so helpless. Like I'm the only fighter. Like I'm so tired with everything. I need a cooperation from everybody. I need all of us to work together.

Senin, 16 Oktober 2017

Cerita Seru Jatuh Dari Motor

Cerita jatuh dari motor itu lucu? Hah? Kok bisa? Iya bisa aja. Kan yang ngalaminnya gue. Hhaha.Gue termasuk tipe orang dodol yang kalo mengalami sesuatu malah gue ketawain. Life is already serious enough, I don't want to make it more serious. Halah. Apa banget deh si Nur ini. Tapi beneran deh, beberapa kali gue jatuh dari motor, kejadiannya selalu konyol.
Someday, waktu gue awal-awal baru bisa bawa motor, gue kan sering ngajar les tuh jaman kuliah, sampe ujung Bogor malah. Bisa dibilang gue banyak hafal jalanan di Bogor karena sering ngajar ini. Waktu itu gue ngajar di daerah cibinong, gue bawa motor kan. Terus pas balik, sebenernya Wawan ada bareng gue, tapi guenya ngeyel pengen gue yang bawa, mau ngelancarin. Kondisinya waktu itu gerimis syahdu gitu, jalanan gelap, dan banyak tikungannya. Ehhhh, gue lagi khusyu' sama jalan, tiba2 ada mobil yang nyenggol gue. Dan berhubung gue masih newbie, disenggol gitu langsung jatuh kan ya. Dodolnya itu mobil yang nyenggol keknya ngga ngerasa kali yak abis bikin anak orang jatuh gitu. Main jalan weh. Untung ngga lagi padet jalannya. Jadi langsung bisa bangun lagi.
Sesi jatuh selanjutnya, waktu gue balik ngajar dari Bojonggede, posisinya masih ngantuk, gue ambil kanan karena dalam radius 1 apa 2 kilo mau belok ke kanan ke Atang Sandjaya gitu kan. Eh, saking ngantuknya gue ngga realizes kalo ada lubang di depan gue. Untung bawa motornya pelan. Jatohnya ngga sakit-sakit amatlah. Cuma lecet-lecet di tangan sama kaki yang lumayan perih sih pas diobati. Dari sekian banyak cerita jatuh dari motor ini, gue selalu ngebersihin dan ngobatin luka sendiri, even waktu wawan yang ikutan jatuh juga gitu, gue obatin dia dulu baru ngobatin gue. For me, as long I can do everything by myself, I'll do it without bothering someone else to help me. Tapi sekarang ngga terlalu gitu sih, kadang kalo lagi pengen communicate with someone, I'll ask someone help. Gue bukan tipe orang yang jago basa basi soalnya. Hhoho
Gue lupa ini jatuh pertama kalinya atau bukan. Waktu itu gue paksain berangkat dari bogor ke serang naik motor buat ngasih proposal gitu terus pulangnya langsung balik ke Bogor di hari yang sama. Mungkin wawan saat itu lagi lelah, jadi weh ada lubang gede di tengah jalan juga gak kelihatan sama dia, and in the end kita jatoh. Untungnya jalanan Serang-Jakarta di daerah Jayanti ini lagi sepi, padahal biasanya rame loh sama truktruk gede gitu. Abis jatoh gitu kita ngaso di pinggir jalan kaya warteg gitu. Entah disebut nekat atau apa, gue malah nyebrang jalan gede ituu buat ke alfa apa indomaret gitu, udah ketebak kan apa yang mau gue beli? Iyap, beli air mineral, alkohol, betadine, plester, sama kasa. Basic needs buat ngobatin luka jatoh. Terus gue nyebrang lagi deh ke tempat ngaso. Kalo dipikir-pikir nekat juga sih itu itungannya nyebrang di jalanan yang segede gaban itu.. baru ngehnya sekarang tapi. Hhaha.
Cerita yang di Rangkas semu-semi konyol. Jadi kita kan mau berenti dipinggir jalan gitu di daerah rangkas, Wawan ngiranya tanah dipinggir aspal itu sejajar, jadilah kaki kitinya turun tanpa ditopang kaki kanan. Karena ternyata yang tonggi ity rerumputannya dan ngga ada yang back up kakinya, jadi weh malah kita jatuh ke kiri jalan ketimpa motor. At that time, kita gak bisa bangun sendiri and need other's help buat bangkit. Tapi kita ketawa ketawa aja coba.. dudul banget kan? Hhaha.
Kalo yang di Ciawi ini, ini teh cerita jatuh dari motor yang paling konyol sepanjang hidup gue. Kan posisinya abis ujan dan tanah becek gitu, terus gue salah pilih jalan lah itu. Padahal bawanya pelan, tapi tetep aja kalo udah salah milih jalan udah fatal. Gue kehilangan keseimbangan dan akhirnya gue jatuh ke lumpur. Badan dan motor gue full of lumpur lah itumah. Terus,karena gue malu balik lagi ke kebun tempat magang, gue jalan weh dan beli air minum 1,5 liter buat bersihin sebagian badan gue. Nah, karena airnya cuma cukup buat bersihin sebagian badan, sisanya masih kotor dong ya.. sialnya bensin motor gue saat itu sekarat, jadi mau gak mau gue harus ke pom bensin dengan kondisi yang tak terdeskripsikan itu. Nyampe pom bensin, gue ditanya beberapa orang, Jatoh ya mba? Jatoh di mana? Kok bisa jatoh? Saking gue tengsinnya, jadilah gue jawabnya ngaco. Gue bilang aja kalo gue ga jatoh, tapi gue abis main lumpur. Hhaha. Sumpah gue tengsin parah meen. Gue ngerasa konyol banget. Hhahahaa...
That's all the whole konyol stories gue...

Senin, 02 Oktober 2017

Belajar Rutin Puasa

IRamadhan 2016 lalu itu titik keimanan paling rendah dalam hidup gue. Selemah-lemahnya iman deh pokonya. It's happen because gue hanya ngejalanin puasa wajib di bulan ramadhan tahun tahun sebelumnya. Wajib tok. Ngga terbiasa puasa, terus akhirnya harus mengalami puasa di musim panas di daerah North Carolina. I still remember that I was starting to do the fasting before 4 am and finish it around 9-9.30 pm. Yap. More than 15 hours fasting meeeen... di dalem greenhouse yang panas yang suhunya nyampe 40 derajat celcius. Dan karena imam gue terlalu lemah saat itu, gue akhirnya memutuskan buat puasa di hari libur aja. Jadilah yang harusnya gue puasa 30 hari gue cuma puasa 10 hari. Kan puasanya weekend doang, ko bisa 10 hari? Harusnya kan cuma 8 hari doang. Iya karena gue pernah nyobain puasa di hari kerja selama satu dua harii,terus kalo ga salah hari ketiga gue nyaris tumbang. Iyap bener nyaris tumbang. Muka udah pucat parah sampe akhirnya gue dipaksa buat minum jam 2 siang. Dan mau ngga mau ya akhirnya batal juga itu puasa. Sedih. Sedih banget, but at that time, gue ngerasa that is the only option that I have aja. Jadi dijalanin wae. Pernah juga nanyain ke si bapake terkait puasa ini. Dan si bapak akhirnya ngasih solusi buat tetep diniatin puasa, tapi kalo udah bener-bener ga kuat, ya minum, minum aja tapi, walopun minumnya jadi ngebatalin puasa. Tapi nanti tetep harus diqodho pas udah balik ke Indo. Dan akhirnya, selama 20hari itu gue menjalani puasa kaya gitu. And I thought, iman gue lemah banget saat itu. Maafin gue ya Allah.

Ada satu hal yang paling berkesan banget buat gue di ramadhan 2016 ini. Posisinya gue waktu itu nempatin kamar sendiri, terus kamar mandi yang biasa gue pake sampingan sama kamarnya temen yang dari China. Karena gue bangun sahur jam 3 dan makan di jam jam segitu, otomatis gue harus ngumpulin nyawa gue dan cuci mika gosok gigi di kamar mandi yang dishare buat 3 orang itu. One day, temen China ini pernah komplen ke gue tentang kebiasaan sahur gue ketika kita ngumpul di meja makan gitu. And you know what, I didn't say any single word at that time, karena temen2 magang yang lain malah belain gue, dan mereka minta temen yang dari China itu yang ngertiin gue karena gue harus puasa, gue harus ibadah, dan gue harus menjalani perintah agama gue. Satu per satu mereka nyaut belain gue, katanya harusnya temen yang dari China itu yang harusnya ngehargai usaha gue. Gue terharu banget saat itu. Sumpah. Beneran terharu. I'm so speechless meeeeen.... Akhirnya, gue tetep ngalah juga, walaupun jadinya agak PR karena tiap bangun sahur gue harus turun ke kamar mandi lantai 1 dalam kondisi setengah sadar, but I thought that is the best option. Gue ngebayangin aja kalo gue ada di posisi dia yang susah tidur dan harus kebangun jam 3 pagi karena suara air dan gak bisa tidur lagi setelah itu.

Walaupun sometimes agak nyebelin, tapi temen gue yang dari China ituu baiiiikk banget. Gue pernah sakit radang dan susah makan di sana, terus temen dari china ini bikinin gue bubur brokoli. Bubur nasi yang udah dicampur sama brokoli, ayam, udang, sama sayuran lunak lainnya. Pokonya enak banget deh bubur bikinannya. Apalagi dibikin sama rasa sayang. Gratis pula. Beuh, nikmat apalagi yang kau dustakan. Satu hal yang perlu dihighlight, mereka tau kalo gue ga makan babi, jadi mereka bikin apapun yang bakal dishare ke gue tanpa ada babinya. And It was so sweet. Temen vietnam gue pernah bikin sejenis siomay yang isinya babi dan ga sengaja gue makan karena gak tahu, dan pas gue tahu gue langsung muntahin, dia malah bikinin siomay isi daging sapi khusus buat gue meenn... Dia ngga tersinggung dengan gue ang muntahin makanan dia, dia malah bikin sesuatu special buat gue. And gue sangat sangat terharu saat itu.

Alright, back to the topic, karena di ramadhan 2016 itu gue punya banyak utang puasa, harusnya setelah gue balik ke indo gue bayar semua utang puasa 20 hari itu. Tapi iman gue ternyata belum meningkat. Gue ketinggalan puasa beberapa hari sampe ramadhan selanjutnya datang. Kok bisa? Iya. Gue khilaf. Gue sibuk sama diri gue. Balik dari sana gue langsung kerja selama 1,5 bulan di perusahaan Taiwan di Serang, because there is one and another things, gue berpetualang di tempat lain. Intinya gue sibuk sama diri gue dan di akhir menjelang ramadhan 2017. Gue masih punya utang beberapa hari, yang akhirnya harus gue bayar setelah idul fitri 2017.

Setelah kejadian itu, gue nyoba sering-sering puasa di bulan syawalnya. Dan ngga tau kenapa itu berasa nagih. Nagih banget. Sejak saat itu gue berusaha ngerutinin puasa sebisa gue. Sebenernya, ada satu reason lagi sih yang cukup besar impactnya kenapa sekarang jadi belajar ngerutinin puasa.

Selain alasan yang sudah dijabarin di atas, gue punya insiden dengan gigi gue. Gigi yang gue kira gigi taring patah (ternyata yang patah gigi premolar setelah dicek). Patahnya gigi gue itu bikin ngga enak makan hingga akhirnya gue mutusin buat ke dokter gigi setelah bertahun tahun lari dari mereka. Hhahaaa. Pas ke dokter gigi, mereka udah ngga enak duluan ngeliat kondisi pergigian gue. Akhirnya gue diharuskan cabut 4 gigi. Sejak cabut gigi dan akhirnya pasang behel, gue sudah lupa gimana nikmatnya makan keripik balado, bakso kenyel, sop ayam pak min, pisang coklat, dan jajanan favorit lainnya. Makan juga hanya sekedar biar perut kenyang dan punya suplai tenaga. That's it. Lama-lama, karena makanan yang gue makan hampir sama dan ngga bikin nafsu, gue akhirnya mutusin buat nyobain puasa. And here I am. Semoga bisa memperbaiki niatnya pelan pelan yaaa, Nur!!!

Kamis, 28 September 2017

Jakarta Lately

It's been almost 6 months I stay in this crowded city. Walaupun 6 bulan, gue hampir ngga pernah ngiterin Jakarta kaya waktu gue dulu tinggal di Bogor. Di Bogor, setiap suntuk dikit pasti langsung jalan ke mana gitu yang endingnya jadi nemuin jalan jalan baru yang gak pernah gue laluin selain buat kuliah, praktikum, maupun ngajar privat. Hal-hal yang dulu gue lakuin di Bogor nyaris ngga pernah gue lakuin di Jakarta. Di Jakarta ini bener2 hanyaa jadi tempat mengais rejeki selama beberapa bulan ini. I only stay in this place for the weekdays, weekend langsung ngacir balik ke Serang which is only 2hours from Jakarta, walaupun di Serang ngga selalu ada kegiatan. Kalaupun gue stay di Jakarta, paling dipake buat tidur, nyuci, belanja sayur dan buah di pasar tradisional. Yak, belanja di pasar tradisional, gue yang paling males dan ogah buat ke pasar tradisional ini jadi rajin ke pasar sejak gue bermasalah dengan gigi gue. Karena gue lebih tau kebutuhan jenis makanan yang harus gue konsumsi dibandingin mba2 di kfc, solaria, atau di warteg2 langganan deket kosan dan tempat kerja.

Kegiatan yang gue lakuin selama weekdays hampir monoton, hampir nyaris monoton. Jam 7 am berangkat, kerja sampe jam 5.30 pm, nyampe kosan jam 7 pm atau jam 8 pm, kalo lagi macet parah bisa nyampe jam 10 malem malah. Sebenernya daerah kosan gue termasuk strategis, di daerah Matraman which is di sebrangnya Gramedia. Iya bener, Gramedia Matraman yang stok bukunya paling komplit itu loh. Hhahaa. Gue masih inget berapa kali gue harus bela belain dari bogor ke gramed matraman cuma buat demi ngedapetin buku yang ngga ada stocknya kecuali di Gramedia Matraman ini, dan siapa sangka beberapa tahun setelahnya gue malah stay di sebrangnya. Hidup memang lucu kadang.

Kegiatan setelah pulang kerja lumayan agak variatif. Opsi kegiatan yang gue punya adalah mampir ke gramed kalo lagi ngga mager, masak kalo lagi adaan semangat buat masaknya, ngerumpi sama sahabat-sahabat sholihah sekosan yang selalu ngingetin gue ketika gue melewati ambang batas kenormalan dalam hidup atau keluar dari jalan yang lurus dan agak berliku, atau langsung tidur kalo lagi lelaaaaaaaah banget. Mostly, kelelahannya bukan karena fisik sih, tapi kelelahan hati yang efeknya bikjn fisik ngerasa cepet lelah juga. Emang lelah hatinya kenapa Nur? Banyaaaaaak. Banyak sekali penyebab kelelahan hatinya. Yang paling sering sih karena gue frustasi sama diri gue yang akhir2 ini ngelakuin segala sesuatunya selalu pake perhitungan. I miss my old me, yang kalo mau apa apa langsung embat dulu, hajar weh lah, konsekuensinya apa kita hadapi setelahnya. Sekarang, hmm... konsekuensinya aja udah dipikirin sebelum gue ambil keputusan. Kek mana bisa ambil keputusan coba kalo kaya gitu.....

Alright, back to the title. Jakarta beberapa hari ini diguyur hujan. Which is membuat suasana hati gue semakin syahdu, semakin sering berkontemplasi, semakin bikin gue galau, dan semakin bikin mager... Opsi terakhir ini nggg abisa terlaksana sih, semager apapun gue gak bisa absen, belum bisa absen tepatnya karena gue ngga punya jatah cuti. Hhaha.. masih anak baruu meeen.. mengenai petualangan karir akan tertulis di blog selanjutnyaa.. Tapi hujan ini bikin gue bersyukur, gue ngga stay di Puncak Cisarua nun jauh di sanaa, kalo ngga,ujan ujan gini bikin gue makin ogah ogahan kerja. Dari beberapa kerjaan yang udah gue lalui hingga detik ini, yang gue sadari paling menantang dan paling seneng gue lakuin adalah kerjaan sebagai staff purchasing di salah satu perusahaan di Serang dan kerjaan selama magang di Metrolina nun jauh di sana. Adeeeuuuh, kenapa intro postingan dunia kerja gue jadi sepanjang ini yaa..

But however, I still be grateful for my life. Udah dikasih umur dan kesempatan buat ngejar impian aja gue udah bersyukur banget banget bangett... Even somehow gue pengen memutar waktu atau ngerasa ya Allah kok hidup gue gini amat yak akhir-akhir ini, tapi gue yakin Allah punya rencana terbaaaaaaik buat gue yang saat inii masih jadi manusia biasa yang penuh dosaaa..

Jakarta, please made me as strong as the stone, as though as 'karang', and as wise as Thais or may be more than her? Hhahaa...

That's it. Let's see how long I have my adventure in this wonderful crowded city....

Rabu, 23 Agustus 2017

Gue, Manusia Biasa

This is only the trash from my mind. I just want to loose my negative thoughts curently, so I just throw everything in this blog.
I don't know what happen with me currently... I just feel like.. meh.. I don't know what to do.. Do you ever feel that "lost" feeling? I did. I did ever feel it. A couple times. Not only once. Do you know what is the thing that make me feel more lost.. Because I never imagine it before.. Yap. Never. Ever... until I stay in the condition that I felt totally lost... I made my life plan very well, but I forgot that Allah has the best plan for me.. I forgot it. I just made a perfect life plan, until everything was broken a part.. and I don't know what to do in my life.. I don't know what is the plan that I need to prepare for my future. Especially my career...
Meeeennnnnnn... I hate this feeling. I never know it before that this failure thing will make my motivation, my life plan, and my career plan broken a part.. It was totally broken and I don't know how to gather it again..
Gue ngerasa hidup gue hampa. Hampa sehampa-hampanya.. I know I have my god. I know I still have my friends which is always stay beside me even in the worst situation... But still.. I still feel it like... I couldn't tell it with the words.. I even don't know how to explain it. Thanks god I still have Qur'an and Shalat to make make feel better.. If not, maybe I start to have a depression.. hhoho..

Baiklah.. mari kita curahkan semuanya dari sinii...

Gue adalah tipe orang visioner yang selalu ngebuat plan hidup gue jangka pendek dan jangka menengah. Once upon a time, ketika gue masih menjalani dunia perkuliahan gue yang sometimes I felt It so boring and I just slept in the class, gue udah punya tujuan di hidup gue, bukan tujuan sih, tapi lebih tepatnya rencana mau ngapain gue setelah lulus kuliah nanti. Setidaknya hal itu berhasil membuat gue mempunyai sedikit alias secercah harapan dengan dunia perkuliahan gue. Gue tipe orang yang butuh tantangan, yang kalo dikasih hal yang biasa aja jadinya bosen dan ilang semua motivasi.. begitupun dengan kuliah gue.. Alhamdulillahnya, walopun begitu, IPK gue masih bisa diselamatkan di angka 3 koma sekian sekian.... lumayan jadi bekal lah buat mengarungi kerasnya kehidupan saat ini.. Kehiddupaan yang
sering saya pikir scary enough for me... But I try to release that thoughts in my mind...
Oke, back to the topic. Saat itu gue udah punya rencana buat beresin kuliah cepet2, terus ikut program magang di US, lalu ambil S2, lalu berkarir di Kementrian Pertanian, If not.. Gue pilih berkarir jadi entrepreneur di bidang agroindustri yang dulu gue pikir simple banget, eh tapi ternyata pas dijalani susah yaa..

Sabtu, 22 Juli 2017

Menata Hidup setelah Menata Gigi (Before After Pemasangan Behel

Awal bulan Juli 2017 gue lupa tepatnya tanggal berapa, gue mengalami insiden patah gigi. Gigi yang sebelum ke dokter gigi gue kira gigi taring (padahal pas mau cabut dikasih tau itu gigi premolar, bukan gigi taring) patah. Sebelumnya gigi ini memang sudah keropos, dan pada malam hari tanggal 2 atau 3 Juli gigi ini patah dan menyisakan sedikit mahkota gigi yang tajam yang membuat gue ngga bisa ngunyah makanan lagi. Akhirnya dengan tekad sekuat baja gue memberanikan dateng ke dokter gigi seorang diri ketika hari libur gue di Rumah Sakit Gigi dan Mulut FKG UI. Gue libur di hari kerja, jadi masih bisa dateng ke dokter gigi dengan budget yang ngga bakal nguras kantong sampe kembes. Satu note yang perlu digarisbawahi adalah kedatangan gue ke dokter gigi ini adalah kedatangan perdana gue setelah bertahun tahun gue trauma sama yang namanya dokter gigi. Prestasi yang luar biasa sekali ini. Sekalinya dateng ke dokter gigi langsung disuruh cabut 4 gigi. What the h*ll? Sumpah ini di luar dugaan. Padahal niatnya ke dokter gigi hanya mau cabut satu gigi, tapi ternyata yang wajib dicabut ada 4.

Cerita cabut 4 gigi ini diawali dengan datengnya gue ke RSGM jam 8 pagi. Kosan gue ada di sekitaran Matraman, which is hanya berjarak 5 menit dari RSGM. Setelah nyampe RSGM, sudah ada beberapa pasien yang sudah antri. Gue nyampe RSGM pukul 8.20 a.m. dan langsung melakukan pendaftaran dengan mengisi beberapa data pada form yang diberikan dan membayar biaya pendaftaran sebesar RP. 15.000. Karena sebelumnya sudah ada beberapa pasien, gue baru dipanggil dokter untuk diagnosisnya pada pukul 8.45 a.m. This was the beginning of the story. Dokter yang memeriksa menanyakan keluhan terlebih dahulu kemudian kita diminta untuk duduk di kursi pasien gigi. Dokter mulai memeriksa gigi yang dikeluhankan, di sini gue udah feeling feeling ngga enak

Sabtu, 27 Mei 2017

Preparation to Come to The Dreamland (Placement Host, Visa, Tiket Pesawat, Barang Bawaan)

Oh my god... When I read this title in the draft, It made me think to remember all of the way that I already went through almost 2 years ago.. Do I still remember It? I don't think I remember it exactly, But I will write the general ways about it.

For a better understanding, I'll write the stories in Bahasa (haha, padahal alibi karena ngga mau mikir nranslet aja).

Gue masih inget banget dulu awal mula gue tertarik program magang ke US ini. Gue udah kontak koordinator program ini sejak gue ada di tingkat 3 waktu itu di awal semester 5. Awal-awal cuma penjabaran doang, terus diinfoin kalo mau ikutan program ini kita harus udah sedang dulu. Sejak saat itu, setiap kali dosen koordinator program ini lagi ada kelas di Indonesia gue dan beberapa temen yang lain yang juga tertarik ikut program ini selalu dateng ketemu ibunya dan update progress masing-masing. Waktu semester 7 sempet diinfoin bahwa masa tunggu sampe dapet placement bisa setahun lebih. Sempet agak gamang waktu itu dan nyari-nyari program magang lain di US yang akhirnya mempertemukan gue dengan Mr. Gerardo Suazo, orang yang selalu ngebuat gue teringat terus untuk selalu berbuat dan berusaha terbaik di setiap saat, apapun yang kita lakuin. This is a long story. I'll tell about this story on my another post. Setelah menyelesaikan sidang akhirnya gue langsung kontak dosen koordinatornya untuk mengikuti program training di ciawi selama 60 hari kerja.

Sebelum beres 60 hari, waktu itu gue inget gue baru menyelesaikan hari ke 33 gue dikontak sama dosen koordinator buat nyiapin personal profil dan lainnya untuk ngeganti posisi kakak kelas gue yang membatalkan diri karena udah dapet kerja yang lumayan oke ketika masih dalam masa tunggu. Gue waktu itu belum punya surat rekomendasi dan lainnya, jadinya gugur deh buat dapet penempatan di California. Setelah California itu, ada beberapa tawaran placement lainnya, tapi saya selalu ditolak sodara sodaraa,,, I remember at that time they refused me because I'm using my hijab. I remember there is one of host company which was mentioned that If I wanna get a placement in his place, I need to take out my hijab. It's really a hard decision for me. But I believe I still can get any other placement even I'm using my hijab. Sampai akhirnya in the middle of March gue dikabari kalo gue dapet plcement di Metrolina Greenhouse which is the most automated greenhouses in US. Wow... I'm totally happy when I got the informations. Setelah gue kecewa beberapa kali dan gagal dapet placement di Syngenta karena gue yang salah pengertian sama informasi yang dikasih sama Mr. Gerardo, akhirnya gue mendapatkan kabar bahagia ini.

Setelah dapet placement, gue harus mulai ngurus dokumen keimigrasian. Waktu ngurus dokumen buat dapet visa US ini, gue dibantu sama team dari The Ohio Program yang bantu nerbitin dokumen I-94 dan DS-2019. Kedua dokumen ini adalah dokumen ampun untuk dapet visa J1. Setelah kedua dokumen tersebut selesai diterbitkan, gue harus nunggu sampai dokumen intu nyampe di Indonesia baru gue bisa urus pendaftaran buat apply visa US.

Bulan Juli 2015, di bulan ini gue mulai ngurus visa gue.

Senin, 28 November 2016

'Perubahan' Career Path

This blog is like my diary, but I just will post something that can give more information or more knowledge about what I do, what I went through, what kind of experiences I got from every single things that happen in my life.
Oke, itu pendahuluannya, sekarang saya akan mulai inti ceritanya.. Jadi, dulu banget waktu saya jaman masih kuliah, sometimes I thought that I take the wrong major, ngerasa ngga cocok aja sama jurusan yang diambil, jadi kurang maksimal selama kuliah dulu.. dulu teh pas kuliah kayanya kurang serius gimana gitu sih, dari mulai dateng ke kelas sering telat, sering tidur di kelas, belajar H-1 sebelum ujian, dan lain sebagainya deh.. pokonya masa kuliah itu masa yang agak suram juga sih menurut gue, padahal itungannya saya pengen banget kuliah, kuliah itu bener-bener kepinginan saya pribadi murni tanpa ada paksaan dari siapapun, tapi ya mungkin karena memang salah jurusan itu (maybe sih ya, baru menyadari akhir-akhir ini sih) jadinya ngga terlalu menonjol lah hasilnya.. untungnya, walaupun kuliahnya rada-rada, IPK masih di atas 3 sih, walaupun di atas 3nya mepet-mepet dikit. hhoho. So, dulu selama kuliah kan emang ngga ada feeling yang harus ngelakuin yang terbaik gitu kan, jadinya ya biasa aja, tapi ada something interesting yang ngebuat gue sedikit bersemngat waktu itu. Ada program pemagangan ke US which is this program only for my faculty. Saking semangatnya ikut program ini, dari jaman semester 5 udah tanya-tanya dosen koordinator programnya. Dan in the end, gue ikut program pemagangan ini selama 1 tahun di United States of America, tepatnya di State North Carolina. Disinilah saya mulai menyadari that I need to do my very best in every single activity that I do. Program pemagangan ini bener-bener udah ngubah saya to be a better person deh pokoknya. Saya jadi lebih menghargai waktu, menghargai orang lain, dan menyadari potensi yang ada dalam diri saya, which is sebelumnya saya sudah hopeless sangat dengan apa yang saya bisa dan kapabilitas saya dalam dunia kerja. Thank for The Ohio Program for make me realizes my strong points and weak points of myself, for the accomplishment I already got after I joined this program. I become a better program because of this program. Dulu teh saya hitungannya termasuk orang yang males ya, why males, because I don't have any interesting dengan apa yang saya jalani saat itu. Kuliah nih contohnya, dulu ngga terlalu semangat dan selalu aja nyari pembenaran dari setiap keputusan atau kemalasan saya dulu, pembenaran yang paling ampuh adalah... yaudah sih kuliah ngga perlu ngoyo, ga perlu harus ngotot buat dapet nilai gedee.. soalnya endingnya juga ilmunya ga bakal kepake, cuma teori sekilas yang dipelajari dan dilupakan setelah ujian selesai.. ini bener loh yaa pemikiran saya pada waktu itu.. tapi itu berlaku pada waktu itu... sekarang.. ya masih sedikit berpikir kaya gitu juga sih, soalnya ya emang selama kuliah teh materi yang ada di diktat itu belum kepake sama saya pribadi.. hhihi.. dasarnya aja ya sayanya yang ngga mau ngaplikasiin..
Okeh.. back to the point.. jadi setelah dulu ngerasa salah jurusan itu, dulu masih bingung.. saya sebenernya pengen jadi apa sih, bidang apa yang mau saya minati, karirnya mau dibawa ke mana, kerjaannya mau yang kaya apaa.. kalu dulu sih mikirnya gini, masih idealis dikit yah, karena saya orang pertanian, saya pengen somedays later, saya punya perkebunan buah dan taman bunga sendiri.. which is dijadikan usaha dan sumber penghasilan.. but now I realize that I don't have the cabality to manage my own farm.. kemarin aja kerja di daerah puncak yang berkaitan sama farm dan greenhouses cuma sanggup bertahan seminggu doang.. Why I only survived for a week? Alasannya ya kaya kebanyakan generasi kekinian lah, susah sinyal. Perkebunannya ada di pucuk puncak cisarua kitu, akses buat transportasinya subhanallah banget deh.. ngojek aja bisa sampe 40-50 ribu rupiah sekali jalan dari Jalan Raya Puncak terdekat.. this is the biggest thing why I can't survive there, dan ada alesan lainnya sih yang bikin saya jadi mikir ulang lagi buat "have my own farm".. di Indonesia teh orang-orangnya selalu mencari celah gimana caranya buat dapet duit walaupun itu bukan haknya, penyataan ini teh diungkapkan sama mantan bos saya itu, and sadly It's true.. emang di lapangan banyak yang kaya gitu sih.. sedih banget lah pokoknya... Jadinya ya sampe detik ini saya masih berpikir untuk melepaskan impian beberapa tahun saya itu.. sekarang saya ingin menjalani karir baru di bidang purchasing.. why purchasing?
Jadi, setelah saya balik dari States kemarin itu, saya memasukan lamaran ke beberapa perusahaan, dan akhirnya saya diterima di salah satu perusahaan sebagai staff purchasing, padahal pas apply di lowongannya tertulis posisi sebagai translator.. jadilah akhirnya saya kecemplung dalam bidang purchasing. Di perusahaan ini, I learnt many things about purchasing and office job.. ini adalah pengalaman kerja pertama saya di office... dan, di setiap pekerjaan dan kantor pasti ada macem-macem jenis orangnya lah ya.. jadi teh saya kerja mendalami bidang purchasing selama sebulan.. setelah sebulan itu, I have some distraction.. saya masih merasa bersalah karena saya ngga kerja di bidang pertanian.. dan ada lowongan kerja yang sesuai sama bidang pertanian at that time.. di office waktu itu ada sedikit problem, jadi ya bikin saya mikir-mikir buat ambil tawaran kerja sebagai supervisor di farm itu.. awalnya khawatir karena saya tidak pandai berkomunikasi dengan uneducated people, tapi waktu itu nekat ambil karena ngerasa itu adalah sebuah tantangan yang harus saya jalani.. dan ternyata kekhawatiran saya terbukti.. saya ngga betah dan kurang bisa mengadaptasikan diri di lingkungan yang benar-benar out of expectation itu.. pelajaran berharga yang saya dapat setelah itu adalah.. jangan pernah mengambil suatu pekerjaan baru kalau kita belum tau lokasi kerja baru kita, lingkungannya, dan yang terpenting jangan ninggalin kerjaan kita yang sedang kita jalani kalau kitanya sendiri masih ragu mau keluar atau ngga dari tempat kerja kita yang sekarang.. dan ada satu tambahan pelajaran buat saya, jangan mudah terhasut! kalau ada seseorang yang memperlakukan orang lain ngga sesuai, ada kemungkinan besar kalau orang yang diperlakukan tidak sesuai itu memang pantas mendapat perlakuan yang tidak sesuai, dan selagi kita masih menunjukan attitude dan usaha terbaik kita, orang lain tidak akan memperlakukan kita secara tidak sesuai. ITU INTINYA. kenapa saya capslock, karena saya sedikit menyesal telah mengambil keputusan dari hal-hal tersebut. Tapi, apa boleh buat. Nasi telah menjadi bubur. semuanya sudah terjadi. nothing we can do.. yang penting hal tersebut bisa menjadi pelajaran yang sangat sangat sangat berharga untuk saya. Saya bersyukur karena saya mengalami ini di awal-awal karir saya, sehingga saya punya waktu lebih banyak untuk terus berbenah diri dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan membangung attitude saya menjadi lebih positif lagi.
Berlanjut ke perpindahan karir, why in the end saya memutuskan untuk mendalami bidang purchasing, procurement, dan PPIC.. I found out that this position is kind of suit with my character.. saya orangnya geregetan, apa-apa mau cepet.. nah, yang kaya gini nih yang dibutuhkan buat jadi tim purchasing.. selain itu, saya emang geregetan, tapi dalam pengambilan keputusan, saya sangat sangat berhati-hati.. ini juga modal penting menurut manajer saya waktu itu... kita harus berhati-hati sebisa mungkin jangan sampe ngelakuin kesalahan... volume tugas kita banyak, sekali kita ngelakuin kesalahan.. efeknya bakal panjang.. intinya ya kita kerja cepet tapi hati-hati.. this is really suitable with my character.. that's why I want to change my career path to have a job in purchasing area. Saya sendiri merasa lebih tertantang dan lebih hidup bekerja di bidang purchasing ini... so.. saat ini saya sedang mendalami bidang perpurchasingan.. dan pengen memperdalam PPIC juga.. kalau diinget inget konsekuensi yang harus saya terima cukup berat mah kayanya saya ngga bakal bisa seberani ini ngambil keputusan untuk berpindah karir di purchasing, soalnya saingan saya kedepannya berarti adalah lulusan teknik industri dan manajemen dari universitas-universitas terbaik negeri ini.. but, let's see... Just do my best. That's what I will do and I'll prepare untuk perubahan my career path...
To be continue with my purchasing story.. saat ini, saya harus mengapply lamaran kesana kemari untuk dapat pekerjaan di bidang purchasing...

Kamis, 18 Agustus 2016

Roller Coster of Life

Hidup itu runtutan satu kejadian ke kejadian hidup lainnya. Everything happen for a reason. Itulah pemahaman gue yang udah bercokol cukup lama di pemikiran gue. Yap. Itu pendapat gue sih, atau mungkin pendapat orang lainnya juga. Sebagai buktinya, gue bakal ceritain runtutan jalan hidup gue dari satu fase ke fase hidup lainnya, yang sambung menyambung dan lengkap melengkapi.

Gue adalah seorang anak pertama dari lima bersaudara. Dan gue cewek, hhaha (terus apa kaitannya Nur? ckck!). Banyak quote yang bilang kalo cewek yang jadi anak pertama itu tangguh-tangguh. Menurut gue, quote-quote itu bener sih, ini gue buktinya. Hhaha. Oke berlanjut ke kisah hidup gue. Gue emang beneran tangguh, soalnya gue dituntut harus tangguh. Latar belakang keluarga gue bukan dari keluarga yang berpendidikan, bukan juga orang kaya, tapi gue beruntuuuuuuuung banget punya orang tua yang sadar banget How important education is! One upon a night, I ever talked with my dad about life, about How is not fair life is, and How hard we need to work in our life and how to make a balance between our life di dunia ini dan di akhirat nanti. Bapak gue seorang lulusan sekolah lanjut tingkat pertama yang berbasis agama dan setelah lulus melanjutkan pendidikan di pondok salafi. My dad said, at that time he only think that "rezeki itu udah ada yang ngatur, jadi ya udah dipasrahkan aja, tinggal perbanyak mendalami ilmu agama. But in fact, he said, after he married with my mom, he just realized It is important to have more soft and hard skill to survive in this life. And he said he didn't have enough that skill to make our family have a better life". My dad always told me to keep stay in the track sejauh apapun gue pergi dan setinggi apapun impian yang gue pengen capai. Track apa yang dimaksud di sini? Intinya gue harus selalu inget gimana perjuangan gue dulu waktu di SD, di SMP, di SMA, di IPB, di AMRIK, gue harus selalu inget bahwa ada banyak orang yang udah nolong hidup gue sampe gue ada di fase hidup yang sekarang ini.

Waktu SD, gue termasuk orang yang belagu, belagu parah marah. Padahal gue ngga pinter-pinter amat. Sering sih ikut lomba, tapi jarang banget bawa pulang piala, harusnya kan kalo gue pinter parah gue selalu bawa piala buat sekolsh yak. Hhaha. Jaman ini teh gue jaman-jamannya ngegeng sama temen2 sd, yang mostly sekarang udah pada nikah dan pada punya anak. Jiah (baper lagi kan si Nur!).

Masa SMP adalah masa tercupu gue. Gue emang temenan sama siapa aja di fase ini, but I forgot to have a bestfriend in this phase of life. Jadinya kalo mau reunian gitu gue suka bingung. Mau jalan sama siapa ya ke SMPnya. Hhaha. Sedih ya. Gue masih inget beberapa guru gue di jaman ini. Pak Yaya yang bikin gue suka banget sama fisika, Bu Hamdah yang bikin gue jatuh cinta sama Matematika, dan Bu Tianah yang bikin gue tetep ga mood sama bahasa inggris. Tapi, ada Pak Sumedi yang baikk banget, yang tau kalo gue sangat ngga suka sama bahasa inggris, tapi selalu ngasih motivasi ke gue kalo gue bisa ngilangin obstacles di bahasa inggris itu. And here is the proof. Orang yang bahasa inggrisnya paling dodol bisa menginjakan kakinya di negeri adidaya, dream of land, USA!

Gue ngga punya jaman SMA. Kebayang kan betapa cupunya gue yang SMPnya kurang gahol ditambah ngga punya jaman SMA. Gue ngga punya jaman SMA dalam arti kiasan ya, karena sebenernya gue ada di fase itu, tapi fase itu bukan masa-masa indah yang tak terlupakan. Tidak terlupakannya sih emang bener, tapi indahnya sih ngga. Gue sering nangis di fase ini. Udah dibilang kan kalo gue itu orang yang tangguh. Nah, setangguh apapun gue, gue sering tumbang di fase ini. Sering nangis. Dui jaman ini teh gue ngerasa kerdil banget. Gue ngerasa gue ngga ada apa-apanya. Gue hanya butiran debu. Halah. Gimana ngga ngerasa gitu men, Juara-juara terbaik Banten ada di sini. Gue seringnya ada di rangking buntut di fase hidup ini. Ngga buntut banget sih, tapi teep aja mau ke buntut. Hhaha. Masa-masa ini teh gue ngerasa minder banget. Asli. Minder seminder-mindernya. Gue ngerasa ngga punya apaapa sama sekali meeeen. Gue ngerasa ngga punya otak jenius kaya yang lain, ngga punya keluarga yang bisa mensupport segala fasilitas pendidikan terbaik buat anaknya, ngga punya kemampuan bersosialisasi yang baik sama anak-anak lain. Pokoknya masa SMA gue bener-bener sesuatu deh. Gue inget banget dulu hampir tiap perpulangan ke rumah gue ngerengek minta dibeliin laptop yang akhirnya baru bisa kebeli pas gue tingkat 2 kuliah dari hasil jerih payah bayaran ngajar. Yak, kecampur-campur deh kan ya jaman SMA sama kuliah. Terus selain itu, gue inget gue pernah datengin kepsek gue bareng si bapake dan minta pindah. Tapi ngga dikasih! Meeenn.. patah hati sepatah-patahnya waktu itu. Dari sekian banyak cerita SMA yang terukir itu, yang bercokol kuat di otak dan inti memori gue, I'm so grateful karena jn the end, masa ini ngajarin gue to pursue the bachelor degree whatever happened. Walopun secara logika gue dan keluarga gue ngga punya tabungan buat gue kuliah, alhamdulillah gue bisa biayain kuliah gue melalui beasiswa yang biaya uang pangkalpun diganti. I'm so so grateful for it.

Selanjutnya fase pendidikan tinggi gue, yaitu kuliah sarjana. Kenapa gue mention spesifik kuliah sarjana, karena gue masih pengen banget buat kuliah lagi. Dan gue akan mengusahakan yang terbaik buat kuliah gue di fase master program nanti. Di Jerman ya Allah. Di Jerman. Ya mentok-mentoknya kuliah S2 di US deh. Really. Gue ngebet banget pengen kuliah s2 di salah satu dari dua negara ini. Skip skip. Nanti dulu ya. Kita omongin S1 gue dulu. I have a bad intention sesungguhnya di fase ini. So, dari jaman kuliah, I'm already thinking that belajar itu ngga usah segitunyalah. Toh nanti banyak yang ngga kepake di real life kita. Jadi weh gue cuma belajar yang menurut gue penting dan bakal gue pake di hidup gue. Pelaksanaannya kek gimana? Hhaha. Malu gue ngakuinya, gue sering tidur di kelas. Sering banget tidur di kelas. Saking seringnya, anak-anak kelas udah pada hafal sama kebiasaan tidur gue. Skip skip. Udah ah. Gue ngga mau ngumbar aib lebih banyak. But, yeah. I realized that I was wrong. Seharusnya ketika gue udah decided mau ngelakuin sesuatu, gue harus mengupayakannya seterbaik yang gue bisa. I just started to use this life principle when I had my internship in US.

Banyak sekali yang gue pelajari semasa fase kuliah gue ini, that life is something to be fight for.. bahwa relasi itu penting. Bahwa hidup kita ngga cuma buat kita, tapi juga buat orang lain. Intinya. Jaman kuliah ini jadi salah satu fase "grinding to be a pearl" nya gue deh..

Sesi selanjutnya tentang masa setelah kuliah sarjana ini akan ada di tulisan berikutnyaa...

Rabu, 27 Juli 2016

Me and Syngenta (and My 3X Broken Heart)

"Syngenta is a part of my biggest dream". I still remember the moment when I said this statement to one of Technical Scientist in Syngenta US. I said it with a lot of faith and hope. I said this word when I have interview with that technical scientist which is become my role model for my career in horticulture area. For me, Syngenta is so special. It's a dream company for me. I heard about Syngenta for the first time when I was in College. At that time I just knew that Syngenta only produce the pesticide, I didn't know that this company is so so so big. Syngenta has a lot of branch over the world, and the center of this company is located in Basel, Switzerland.

There are a lot of part of Syngenta, some part is produce the pesticide, some produce the breeding plants. Recently, I know that my host company for my internship (Metrolina Greenhouses) has a good relationship and cooperation with Syngenta. Metrolina buy the pesticide and some cutting plants, especially mum (I think Syngenta is the only company who supply the mum cutting for Metrolina Production). Metrolina also has a secret garden. In this secret garden, each company growth their new plant. The best plant from that trial in Secret Garden will be bought by Metrolina for the production. I saw that Syngenta has their own place too in the Secret Garden. Another company which is a part of Secret Garden are Floranova, Dummen Orange, Sakata Seed, Ball, and..... (I forgot the rest of the company name).

Syngenta not only produce the ornamental plant and flower, they also produce 8 key point of food supply (Wheat, Soybean, Rice,

The best part of my time when I dreaming about Syngenta was when I have my conference in Columbus. The conference was held by Syngenta US and my sponsor program, The Ohio Program. This is really cool discussion. At that time, we made a couple of group, in one group we had 5 Intern (Me-Indonesia, Clementine-French, Hanna-Germany, Fajar-Indonesia, and Marcus-Brazil) from Ohio Program and 5 executive employee from Syngenta (I remember there are 2 people from Basel-Switzerland, 1 person from French, 1 from Greensboro, and 1 more from Brazil). When we have the discussion, mostly we talked about the horticulture issue in the present and what is the trend of horticulture issue in the future. After the discussion finish, I tried to reach Mr. Jeff which is the CEO of Syngenta Lawn and Garden of Switzerland. It is really nice to have a discussion with the President of Syngenta. He gave me some advice about the leadership and how to prepare ourself to be a leader in the future.

At this part, I will share my 3x broken hearted with Syngenta. This is not in a bad condition or a kind of complaint, this is only about my feeling and and my luck which is still not in my side during this time. My first broken heart was when I was waiting for the placement from The Ohio Program. At that time, Mr. Gerardo, which is the Coordinator of Intern in Syngenta sent email to me and told me that there is an internship program where I can join the program and have internship in USA. I had misunderstanding at that time, I thought that I will have my placement for my internship in Syngenta Flower USA, but It's not. I asked to Greg. the Coordinator of The Ohio Program about the process and everything, and he said It kind of impossible to have internship in Syngenta at that time. They already tried to put intern in Syngenta since a few years ago, but It still not work. I was really sad at that time, but I didn't lose my hope. A few weeks after that, I get my placement in Metrolina Greenhouses, which is the big costumer for Syngenta in USA. Metrolina and Syngenta has really good internship, during my internship, I taking care some of test plant from Syngenta Flower, Dummen Orange, Sakata, Floranova, and some other breeding company too. My second broken heart was when I had a lot of problem in my host placement (Actually I'm not the one who make the problem, but another intern was broke the car and she didn't admit it to the company and company getting mad with us and they made many rules after that which is made us more desperate, this is totally not fair, the one who broke the car and made another trouble didn't get the punishment, but they punish the whole intern even we didn't make the troubles, at this case, I really disappointed with how they treat us). I have an idea to talk with Mr. Gerardo, and I made it. I talked with him about the possibility to have internship in Syngenta while I am in USA, I already have my visa and I still have 6 months in USA, I only need to change my visa and document to change my host placement. At that time, I had interview with Mr. Gerardo and I almost made it, If I made it, I will have my internship in Syngenta Flower in Gilroy, California. In the end, I can't made it because the ownership of Syngenta was change, The Chinese buy this company, so they need to do rebudgeting for everything so they can't bring interns at that time. I was so sad, but I never lose my hope. My third broken heart is when I had opportunity to have internship to be Mr. Gerardo's Assistant for 3 months since June-August 2016, and I can't made it too because they didn't have enough time to taking care my document. My coordinator already did everything to make it possible, but we still can't made it. I was sad again, but I'm really happy too because I know that My coordinator of my program and Mr. Gerardo which is I consider as my mentor in horticulture area worked really hard to make my biggest dream to be a part of Syngenta become a reality. Even I already have 3 times broken heart with Syngenta, I never lose my hope to work in this company, I will keep struggle and keep improving myself because over time, my effort will pay off. Keep dreaming keep chasing your dream, Nur!.

Minggu, 26 Juni 2016

My American Story: Preparation, Training 60 Hari di Mandiri Jaya Flora

Perjalanan panjang gue buat jalan-jalan ke US dimulai dari ikutan training selama 60 hari di Mandiri Jaya Flora yang ada di Ciawi. Sebelum gue ikutan training di tempat ini, gue harus ngehubungi koordinator dari The Ohio Program untuk Indonesia yang ngga lain adalah dosen mata kuliah tanaman hias di AGH IPB, yaitu Bu Santi. Gue udah hubungi Bu Santi dari jaman pas semester 5 kalo ngga salah. Bu Santi ini tinggal di Ausi, jadi jarang banget gue bisa ketemu beliau. Beliau hanya datang beberapa kali ke Indo buat ngisi mata kuliah, dan dimulai sejak dari semester 5 itu sampe gue akhirnya bisa mulai training hampir tiap kali ibunya dateng ke Indo pasti gue samperin bareng anak-anak AGH lain yang mau ikutan program ini.

Bulan November 2014, saat itu gue udah beres sidang dan lagi ngurus skl departemen, dan bu santi ngasih tau kalo gue udah mulai bisa hubungi Pak Benny Ownernya Mandiri Jaya Flora di Ciawi. Minggu ketiga bulan November, gue dan Louis dateng ke MJ Flora buat nentuin tanggal magang. Louis mulai magang seminggu setelahnya, sedangkan gue baru mulai di minggu ke 2 Bulan Desember. Gue masih harus ngurus skl departemen men.. dan pas udah dapet skl departemen, gue langsung ngableng ikutan magang ngga pake ngurus skl fakultas sama daftar wisuda dulu. Dongdong banget yak? Emang iya sih agak dongdong, cuma gue mikirnya nanti ngurus skl fakultas sama daftar wisudanya bisa dilakuin setelah beres magang sekalian nungguin placement kaann... sudahlah pokoknya itu pemikiran gue waktu itu aja. whatever, It already happened. Haha

Magang di MJ Flora ini ga bisa dilakuin bolak balik dari Kampus Dramaga IPB, kejauhan meeennn.. Jadilah kita harus nyari kosan di dekat MJ Floranya. Biasanya sih kita ngekost di rumah pegawai MJ Flora. Louis dan anak-anak yang lain pada ngekost di tempat teh ilah, sedangkan gue, berhubung gue ada motor yang harus bisa dimanfaatin dan gak bisa masuk gang (gue belom jago bawa motor cyiin, masih new comer, jadinya menghindari gang-gang kecil tiap hari) akhirnya gue mutusin buat nginep di tempatnya Erma selama weekdays dan balik ke Dramaga selama weekend. Believe me or not, pas gue magang di MJ Flora ini, gue masih sempet-sempetnya ngurusin ngajar les privat. Jadilah tiap hari tertentu selesai magang langsung ngableng ke rumah anak yang dilesinnya tanpa chit chat sama anak-anak magang yang lain. Untungnya rumah anak yang dilesin ada di sekitaran baranang siang, jadinya ya cuma 20-30 menitan perjalanan doang. Ada satu waktu pas di tempat magang lagi ujan deres-deresnya banget, karena ga memungkinkan memotoran, jadilah gue harus ngancel itu jadwal ngajar, ngerasa bersalah sih, tapi apa daya, gue belum jago bawa motor ditengah hujan badai. hhaha..

Hari pertama magang gue ini bener-bener beda banget sama hari pertama magang anak-anak lain. Seharian gue harus ngelist dan ngedokumentasi buku-buku yang mau disumbangin sama Pak Benny ke SD terdekat. Itu buku banyak gila men, jadilah gue ngabisin waktu dua hari buat ngekatalogin itu buku. Katalog paling simpel sih itu kayanya. Hari ketiga dan seterusnya yah gue udah mulai magang normal kaya anal-anak yang lainnya, berhubung di Bulan Desember ini cuma Gue sama Louis doang yang magang, jadinya agak krik-krik gimana gitu sih. Tapi untungnya ga lama kemudian, geng munjul AGH 47 yang lainnya pada datang, jadinya seru abis deh itu magangnya. Walaupun lelah dan harus ngadepin mba-mba yang rada-rada moodnya, tapi okeh-okeh aja kalo banyakan mah. Bisa dihadepin bareng-bareng soalnya. Hhihi. Kegiatan kita selama magang di MJ Flora ini rupa-rupa banget men, dari mulai nyampur media, masukin media ke pot, ngurus cuttingan Crossandra, Cemara, Krisan, dan cuttingan-cuttingan lainnya (lupa banget nama cuttingan yang lain.. fufu.. cuma inget itu 3 jenis cuttingan doang). Kita juga ngurus buat pesanan-pesanan Krisan, Poinsettia, Dracaena, Cemara, Kosmos, Rudbeckia, Cabe Hias, Hydrangea, apalagi yah? Lupa beneran euy. Ada sih di Jurnal magang, tapi ga mungkin kan gue balik ke Indo buat ngambil jurnal itu doang. hhaha. lucu. Dari semua jenis tanaman yang kita urus itu, gue paling inget banget sama Rudbeckia. Soalnya ini Rudbeckia bener-bener jadi project besar selama gue magang. Selain Rudbeckia, ada juga project Kosmos yang ga kalah riweuhnya, tapi beneran ini cerita Rudbeckia paling berkean di antara cerita-cerita lainnya. Jadi itu si Rudbeckia harusnya stay beberapa hari lagi soalnya masih kurang gede kan buat dipindah tanam, tapi si customernya udah ga sabaran minta si Rudbeckia in buat segera dikirim. Jadilah kita harus ngesortir itu mana tanaman yang siap dianter mana yang bisa stay beberapa hari lagi. Nah tiap kali kita ngeloading itu tanaman kan harus diitung ya berapa banyak yang dikirim di hari itu, berhubung total yang dikirimnya ribuan, agak riweuh juga kan ngitungnya, dan gue lupa gimana ceritanya itu gue yang harus ngitungin jumlah tanaman yang dikirim. Si mba-mba yang dari kantor itu kan orangnya agak sewot yak, terus gue inget banget dia yang salah kaprah ngitungnya tapi gue yang harus kena semprot mbanya. Udah gitu mbanya ga minta maaf lagi udah ngomel-ngomel padahal mbanya yang salah pengertian. Rese banget yak. Ya udahlah ya, nasib anak magang kaya gini nih.. fufuu..

Magang di MJ Flora ini harus dilaksanain selama 60 hari kerja. Untungnya ngga harus saklek 60 hari sih, soalnya tiap hari sabtu diitungnya 2hari kerja. Jadi lumayan bisa ngurangin 8hari kerja. Hoho. Tiap seminggu sekali, kita harus ngapalin 20 nama latin tanaman hias, dan di akhir magang kita ada tes identifikasi tanaman itu. Lumayanlah buat orang yang gampang lupaan kaya gue, lumayan ngeberatin dikit. Tapi masih okelah segitumah.. Pokoknya ada banyak cerita seru, nyebelin, ngangenin, dan cerita dodol lainnya deh yang ga bisa gue ceritain di sini saking lupanya.. haha.. Pokoknya kalo kita mau sesuatu, kita harus usaha sampe maksimal, nikmatin prosesnya, ambil hikmah, pelajari apa yang bisa dipelajari... biar bisa jadi bekel buat masa-masa dewasa nanti, kan sekarang masih bocah ceritanya.. ahahaaa


 Ka Dona, Ka Diana, Gue, Manda, sama Dewi

Difotoin Ka Dewi, lagi panas-panasnya kita malah hunting foto. hhaha

Mengais rejeki di hutan Dracaena.. ahaha

 Fot bareng Mas Jaeran, Supervisor MJ Flora paling keceh yang bikin magang kita jadi berwarna

gue lupa kapan foto ini diambil. hhaha 

 Gue sama Manda lagi ngurus pesanan Poinsettia apa yak? Lupa euy...

Gue dan Geng Gila Munjul AGH 47... masih pada lusuh banget kan yak? Hhhaha

International Unboundary Friendship (yang secara ngga langsung jadi family)

Gue, termasuk tipe orang introvert INTJ yang populasinya hanya ada 1% di dunia ini, yang otomatis bisa dibaca kalo gue termasuk tipe orang yang susah buat ngebuild relationship sama orang, kecuali ada special occasion. Relationship di sini ngga ngerefer ke hubungan dua manusia lawan jenis yang serius ya, hhaha, tapi lebih ke hubungan pertemanan, persahabatan, or whatsoever we call this kind of relationship.

Along my whole life yang seperempat abad ini, jumlah sohib karib gue masih bisa dihitung pake jari. Dihitung jari meeeen... kebayang kan seberapa sedikit jumlahnyaa... Iya gitu.. dan kok gue bisa tahan? Bisa lahhh.. Karena walopun sedikit, hubungan gue dan mereka termasuk intens.. ke-intens-an hubungan gue juga berlaku sama temen-temen magang gue dulu selama di US. Even we've been apart for miles away, but we still keep in touch each other.

Here I'll tell each of them one by one. Pertama kali gue dateng, gue ketemu temen dari China yaitu Xiao Yan and Wan Wei. We've been together for 5 months. Yup, 5 months less than a year. But we still have a good relation tho. Awalnya kita deket banget pas ada tragedi mobil rusak di rumah. Waktu itu, anak magang yang dari Haiti blaming Wan Wei yang ngerusakin mobil, padahal Wan pergi ke Harris Teeter bareng gue and nothing happened at that time. And one day before it, Anak Haiti yang rese itu, dia nyetir mobil sendirian tanpa SIM. For sure, I stood for Wan Wei. Walopun sampe akhir tetap jadi misteri. Til now, I still keep in touch with them.

Next, they're the special one from Brazil. Namanya Rafa and Gabi. Rafa kerjanya di satu section sama gue yaitu di downstair, sedangkan Gabi satu section sama Ka Lona. We have a lot of different things in life, but we learn to understand each other. Mereka yang punya kebiasaan nge-beer tiap minggu paham bener kalo gue dilarang minum jenis kaya begituan, jadi mereka ngga pernah iseng atau maksa maksa gue buat nyobain begituan. That is only one example, masih banyaak hal-hal tolerable lainnya yang kita lakuin bareng-bareng. Mereka udah ngajarin banyaak hal sama gue, buat tetep humble segimanapun perfectnya mereka, buat ramah sama semua orang walau dengan kecantikan mereka, dan belajar to express the feeling and emotion to your bestfriends.

Alexandra adalah teman main selama magang hampir satu tahun di US. Kita mulai waktu magang hampir bersamaan, cuma beda beberapa hari. Speechless deeh kalo ngomongin nih anak. Kita pernah gontok-gontokan dan diem-dieman, ya namanya temen. Tapi dia udah ngajarin gue banyak hal juga, khususnya buat jadi orang perhitungan dengan pengeluaran sama buat be yourself with your weirdness whatever people will talk to you about it, JUST BE YOU!!!

Sesi selanjutnya ini sesi dua, karena biasanya periode magang berganti setahun dua kali, di bulan September sama di bulan Februari. This is the best american memories that I have. During the time I spent together with them, I count it day by day as a good memories.

Di sesi dua ini diawali sama kekosongan rumah selama beberapa minggu. Dari yang rame ber-9 jadi tinggal 5 orang, yaitu gue, Ka Lona, Alexa, and 2 Haitian girls. Diawali kedatangan Vicky dari China, yang harusnya Thais dateng duluan, terus abis itu Thais setelah menyelesaikan permasalahan visanya, disambung CL and An yang beda beberapa Hari, diakhiri sama Hanna. We'll stay together till the end of my internship kecuali Ka Lona yang balik di bulan April.

Vicky, she is a chinese girl, ngga berharap terlalu banyak, but she is a nice girl. Dia pernah bikinin gue bubur ayam brokoli pas gue lagi sakit, pokonya dia itu care bangettt deh sama gue. Sometimes, I was feeling so guilty with her because I didn't treat her as best as I could. Namanya juga manusia yaa, banyak khilaf dan lupanya. Dan emosinya juga. Jadi ya gitu weh lah pokonya. I still keep in touch with her, dia selalu bilang ke gue, If someday I come to China, I have best place to go because she'll stay with me and guide me and provide the best for me. Siapa yang ngga melting cobaaa digituin. Untung Vicky cewe, bukan cowo.. kalo ngga gue udah baper maksimal ituu.. hhahaa

After Vicky, datenglah CL sama An. CL orangnya cool. Section dia pindah pindah dari upstair ke downstair. Since she stayed in Downstair, gue jadi deket banget sama dia.

CL ngajarin gue buat bener2 jadi the truest me and never listen to anybody yang bakal ngejatohin gue. Just be who you are with your unique character. Awalnya gue sama Alexa masih gimana gitu, but since CL come between us, kita jadi lebih hidup.

Kalo An, dia ngajarin kita buat selalu brave, punya impian yang besar and work the best buat ngewujudin impiannya. Eventhough, ada beberapa hal yang ngga cocok antara gue sama An, tapi kita saling menghargai satu sama lain.

Gue lupa kapan Thais dateng, she supposed to start her internship on February, but she had an issue with her visa, so she came on March. Thais ini special, dia satu satunya cewek brazil yang ngga minum alkohol. She said that she has an allergic of it. Dia ini orangnya wise banget. Udah ngajarin banyak hal juga di hidup gue buat jadi lebih baik.

The last person who came in my internship is Hanna. Awal dateng, Hanna lumayan bawel, tapi ngga sama gue. I don't know how we started it, tapi kita mulai deket and we have a bold relationship after that. I still remember ketika adeknya dateng kita yang jemput dan nganterin bahkan sampe ngurus rentalan mobil pas orang tuanya dateng dan bantu nemenin dia ngurus setiap tetek bengek dari mobil yang dia beli. Hanna yang udah ngebuka mind gue dan bikin gue ngebet banget buat ambil master program di Jerman sampe akhirnya gue menemukan program yang gue mau di Technische Universitat Munchen di Horticulture Business Managementnya. I'll fight for it deh pokoknya!!!

And now, I do miss them so much. So so so much. I hope I can make another international unboundary friendship again in another program and another place.